Tampilkan postingan dengan label supra x. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label supra x. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 Oktober 2012

Design Motor-Motor Bebek paling bagus!



Desighn mungkin menjadi salah satu alasan bagi seseorng  untuk membeli sebuah speda motor, saya sendiri adalah seseorang  sangat memperhatikan model dari sebuah motor, kalau motor modelnya kurang sreg mungkin agak gimana gitu ya….. Nah ane beberkan deh nih 5 besar motor bebek yang modelnya paling gak bosenin.
5.Supra X 125 R dual head lamp
Ini nih motor Honda yang orang Indonesia gak bosen-bosen,  semenjak mengkudeta Karisma 125 sebagai flagship bebek Honda motor ini baru mengalami facelift berarti 2 kali yaitu perubahan dari singgle head lamp menjadi dual head lamp dan lekuk body yang semakin tajam. Coba bandingkan dengan jagoan Yamaha, Jupiter Z  yang sudah ganti baju signifikan sebanyak kira-kira 5 dari jaman Jupiter 105cc sampai Jupiter Z1. Mesinnya juga baru 3 kali diubah-ubah Honda mulai dari mesin 100cc keturunan Legenda, mesin 125 cc karburator, dan mesin 125 cc PGM-FI (yang ane pake).Bahkan 2 dari 3 mesinnya turunan dari motor sebelumnya, mesin 100 cc udah ada dari jaman Honda C100 dan mesin 125cc karburator nyaplok dari Karisma, jadi hanya 1 mesin yang benar-benar milik Supra X.
Tapi Honda cerdik agar masyarakat tidak bosan, yup permainan stiker yang luar biasa dari Honda membuat body Supra X selalu terlihat baru. Semua masih ingat kan bagaimana sticker R gede dari supra X 125 sempat jadi tren untuk ditempel di motor lain. Selain itu bodynya juga netral tidak teralu sporty atau terkesan motor bapak-bapak, jadi bapak-bapak sampai remaja masih bisa dan banyak yang mau menggunakannya. Selain dari semua itu memang Supra X memiliki body yang long lasting dan tidak termakan jaman.


4.Satria RU 120 dan Satria R 120
Sesungguhnya untuk menentukan posisi 4 sampai 2 sangat susah karena ada 3 motor yang guanteng banget yang kalau dibandingkan ya yang satu dapat skor 9,25 yang, satu 9,5, dan yang satu 9,75 lah. Tapi keputusan telah ane ambil untuk posisi ke 4 ini pantas disandang oleh sebuah motor yang menghancurkan dominasi F1ZR di road race. Mungkin body motor kedua motor cukup unik selain spesifikasinya yang tertinggi di masanya, seseorang yang menyukai modelnya pasti akan sagat suka sekali bahkan menganggapnya motor tercantik namun yang tidak suka apalagi untuk generasi R pasti akan sangat tidak suka dan menganggapnya terkesan kaku,kuno dan tidak sedap dilihat. Modelnya memang sangat gahar, kaku dan sangat ‘boxy’ seperti muscle car Amerika tahun 80an yang menurut saya juga terkesan gahar, kaku dan ‘boxy’, mungkin semua orang yang suka motor ini pasti juga menyukai muscle car. Garis desighnnya sendiri sih identik dengan Shogun robot atau Tornado GS namun jika kita pandang ada cukup banyak perbedaan, mesin Satria yang tegak membuat body terasa lebih berisi dan padat ditambah dengan single shock yang semakin menunjukan jati dirinya. Sementara RU memiliki gari sendiri yang lebih berleku dan manis namun garang, sayangnya body Satria 120 ini tidak diwariska kepada motor penerusnya padahal terlihan ‘manis-manis garang’.

3. Jupiter Z burung hantu
Jupiter Z memang salah satu motor Yamaha yang paling sering  diubah begitu juga mesinnya.Terhitung sejak jaman Jupiter 105cc sampai NJZ1, Jupiter sudah 5 kali ganti baju dan 4 kali ganti mesin, sebuah siklus yang sangat cepat buat sebuah kendaraan yang diterapkan yamaha.Namun dari semua Jupiter ada sebuah Jupiter yang paling cantik yup si belo yang ganteng, Jupiter Z burung hantu menduduki pringkat 3 bebek terganteng dan tak termakan jaman walaupun NJZ dan NJZ1 yang juga ya… ganteng sih cuman lampu yang indah tidak terlupakan walaupun NJZ dan NJZ1 penuh  kesan futuristik. Jupiter Z burung hantu juga dikenal sebagai  raja roadrace dan memiliki mesin karburator paling baik diantara saudara-saudaranya, bahkan sampai sekarang Jupiter Z ini masih digunakan untuk radrace akibat mesin NJZ yang kurang menjanjikan dan riset  NJZ1 yang belum kelar. Mesin dengan output melebihi 9 ps dan super mudah dimodifikasi dipadukan dengan body berlekuk namun agak membulat dibeberapa bagian memberikan harmoni yang sangat indah dan luar biasa.Namun dari semuanya yang paling indah adalah lampu depannya yang paling berkarakter tajam rumahnya dan dua rumah lampu bulat kecil seperti bola mata yang menatap tajam,bengis seperti menghujam bahkan tidak bisa disamai oleh penerusnya, begitu juga lampu belakang yang sporty dan menciptakan harmoni mungkin hanya bisa disaingi oleh lampu panah NJZ. Jadi menurut saya Jupiter Z 110 ini adalah sebuah keindahan tertinggi bebek 4-tak Yamaha, jika dibandingkan dengan NJZ dan NJZ1 mungkin mereka akan menempati posisi 6 di artikel ini sementara Jupiter MX di peringkat 7 namun, karena yang ane ambil 5 besar ya… maaf-maaf aja ya mereka gak masuk.
2.F1ZR
Tidak ada motor bebek Yamaha yang lebih indah dari bebek yang satu ini, garis designhnnya sih seperti Satria 120 yaitu kotak tajam nan sporty khas motor 2-tak di 90an sampai pertengahan 2000 yang gagah,gahar seperti muscle car. Motor in merupakan bebek terkencang Yamaha sebelum tergerus canggihnya Jupiter MX dan mulai disaingi saudara 4-taknya yaitu NJZ1, tapi motor ini gak kehilangan pamurnya kok masih sering diandalkan drag racer Jabon tempat ane sering nonton balap kalo gak bisa tidur malem minggu. Kalau dibandingkan Tornado 110 atau Satria R 120 motor ini bodynya terlihat lebih ramping dan estetikanya lebih baik, contoh lampu depan F1ZR terlihat lebih serasi dan nyaman dipandang dibandingkan Tornado yang terkesan teralu besar, sasisnya juga bagus walupun dua-duanya mewariskan sasisnya ke Jupiter Z dan Shogun semua orang pasti bilang sasis F1ZR dan Jupe Z lebih lincah dibandingin Tornado atau Shogun. Satu-satunya kekurangannya adalah karena F1ZR dipaksa berbagi body dengan bibit 4-tak Yamaha yaitu Crypton dan Vega yang lumayan kencang namun jadi terkesan berbody sama dengan sebua bumper product yaitu Vega. Tapi gak kenapa-kenapa kok menurut ane stiker yang jauh lebih indah, kopling, knalpot dan mesin dengan penampakan berbeda jadi pembeda walaupun menurut ane sih gampang banget dibedain tanpa diperhatiin, auranya kali beda ya hehehehe…..
1.Satria F-150
Mengemban tugas berat sebagai harapan terakhir Suzuki yang belum rontok oleh Yamaha dan Honda kentika Thunder,Titan dan Axelo tidak mampu berbuat banyak, motor ini memiliki amunisi yang lebih dari cukup unutuk banyak-banyakan pennjualan dengan Jupiter MX. Mulai dari DOCH, horse power sampai belasan ps dan mudahnya modifikasi pada motor ini, apa lagi Jupiter MX susah dimodif akibat DiaSil Silinder dan buruknya karburator vakum yang udah bikin pelan susah dirawat rewel lagi!  Namun mesin sesempurna apapun mesin sebuah motor gak bakal laku kalau bodynya jelek, seperti membuat makanan yang enak tetapi bungkusnya tidak menarik pasti tidak akan laku. Designnya sih ‘out of the box’  ketika Jupiter MX yang lebih dulu nongol dan meroket  menggunakan body pure underbone  dan CS1 dengan mereknya yang katanya bisa bikin motor butut laku menggunakan model gak jelas Jaguan pasukan huruf S menggunakan model ayam jago. Modelnya tanpa kondon atau tanki diatas mesin seperti motor bebek namun menggunakan sasis twin tube frame seperti motor batangan dan setang jepit dipadukan dengan penggunakan plastic yang sangat sedikit dan memamerkan blok mesin yang gahar dan badan cungkring.  Pasarannya sudah tentu anak muda dibawah 25 tahun kalau bapak-bapak yang pake mungkin gak cocok kali ya..? Namun kecerdasan Suzuki adalah mereka berhasil menggunakan bahan baku sesedikit-sedikitnya tanpa terlihat murahan malah terlihat sporty dan berkelas malah bikin nih motor enteng, tapi jadi rada serem gan kalau udah sekitar 130Km/Jam kayak mau terbang keentengan badan dan gak stabil gitu, tapi jika kita menggunakan stang jepit yang seperti motor drag dan footstep racing katanya sih kalau ngebut lurus sih jadi enak dan aman, tapi kalo belok gimana….. gubrak…… kembali ke body motor Satria 4-tak seumur hidup baru facelift 1 kali lampu kurus Satria lama dig anti dengan lampu baru yang mirip seperti kepala Indian, sisanya hanya permainan sitcker.
 After all Satria F-150  adalah motor bebek dengan body terbaik dibandingkan semua motor bebek di Indonesia MENURUT SAYA. Setuju-gak setuju silakan dilampiaskan ketidak atau kestujuan anda melalui comment!

Oh iya jangan lupa tunggu pembahasan tentang motor sport ya!!!!

Selasa, 02 Oktober 2012

Shogun 110/Smash 110 Modif Dikit Lari Gan

Semua orang pasti suka jika tunggangannya bisa melaju kencang, beberapa memiliki ekspektasi yang sangat tinggi beberapa sangat rendah bahkan tidak suka kecepatan. 80% temen ane suka kecepatan dan gak bakal ketakutan,teriak-teriak ato nabok ane jika ane bawa naik motor ngebut. Nah ane puya seorang teman yang suka kecepatan namun tidak punya banyak uang jadilah Shogun 110 bro ane yang satu ini jadi korban modifikasi mesin. Hasilnya parah gan untuk trek 800 meter motor ini bisa lari kayak setan gan ane gak boong nih bahkan motor sekelas Satria F 150 dan Jupiter MX 135 bisa dikalahkan, top speed sih gak tau pastinya tapi waktu itu ane minjem MX temen ane yang lain speedometernya masih idup dan standar pas dites Jupiter MX udah gak nambah kecepatan dia masih enak bisa berakselerasi dengan cepat. Hebatnya Shogun ini belum dibore up, tapi memang untuk trek pendek agak mengecewakan 201 meter lawan Supra X 125 aja kalah.

Rahasianya sih gak banyak, tapi Shogun 110 atau Smash sendiri memang sepertinya didesighn untuk trek panjang. Gak percaya? Nih buktinya bore Shogun 110 53,5mm dan strokenya 48,8 alias overbore yang bagus untuk trek panjang. Bandingannya? coba kita bandingkan dengan Force 1 yang borenya 52mm, Jupiter Z burung hantu 51mm, Shogun 125, 53,5mm, Jupiter MX 54mm bahkan Supra X 125 hanya 52mm. Mungkin Smash adalah motor 110 dengan bore terbesar, nah masalah dari Smash adalah stroke yang pendek menciptakan torsi rendah dan limiter CDI yang teralu cepat yang membuat karakter overbore seperti terbatasi. Sebenernya sih ini racikan buat Shogun 110 tapi karena mesin yang 90% sama bisa diaplikasikan ke Smash 110

Nah langsung aja deh kita bahas korekannya!

1.CDI
Buat anda pengguna Shogun 110  CDI unlimiter analog sudah cukup untuk memberikan napas super panjang dengan bore 53,5mm. Tapi buat anda yang mendambakan kecepatan dari Smash CDI sudah jadi kewajiban untuk diubah, karena limiternya yang teralu cepat dan bahkan katanya masalah ini turun ke Titan, CDI aftermarket yang cangih,presisi dan menggunakan teknologi terbaru bisa dipilih atau bisa pakai punya Shogun 110 yang terkenal awet. CDI sendiri bertugas untuk menentukan pengapian atau membatasi RPM jadi dia seperti sebuah 'otak' CDI yang canggih biasanya bisa di atur kurva pengapiannya dan pembatasan RPMnya. Seperti manusia seorang yang kuat tidak akan mengeluarkan kekuatannya jika otaknya tidak memerintahkannya, nah hal ini juga erlaku pada motor, motor yang dapat menggali RPM tinggi jika dibatasi CDInya bakal membuatnya tidak akan menambah RPM jika sudah mencapai limiter.

2.Karburator
Karburator adalah penyuplai bensin dari sebuah mesin piston,walaupun sekarang sudah mulai tergantikan sistem injeksi, karburator masih ramai digunakan. Logikanya karburator yang lebih besar dapat memberikan suplai bahan bakar dan udara lebih banyak dibandingkan yang lebih kecil.Ini juga membuat RPM dan power bertambah karena udara dan bensin yang sangat banyak dibutuhkan ketika motor berada di atas 10000 RPM. Nah atas dasar inilah temen ane mengaplikasikan karburator RX-King yang sampai 26mm, karburator ini tergolong cukup murah dan besar, tapi tidak boleh sembarangan harus diseting ulang kalau tidak AFR nya bisa kacau. AFR sendiri diatur 14,7:1 yang merupakan perbandingan paling sempurna, lebih kering dibandingkan motor standar rata-rata yang hanya 14.0:1.

3.Kenalpot
Kenalpot freeflow memang memberikan efek dongkrakan tenaga yang cukup banyak, bisa sampai 1,5 HP dan juga pada torsi. menurut om motorplus sih kenalpot dengan leher yang pendek bakal memberikan tenaga di putaran ata yang baik, sementara yang lehernya pendek bakal memberikan torsi dan tenaga yang menggumpal di putaran bawah. Nah pas ane wawancarain dia sih gak tau soal fakta ini tapi pas ane lihat, wah ternyata dia memilih kenalpot berleher pendek. Wah pas banget dong untuk melibas trek 800 yang membutuhkan putaran atas yang baik!
4.Klep dan Noken As
Noken as adalah pengatur masuk dan keluarnya bahan bakar dan sisa pembuangan, sehingga cukup berperan besar dalam mendongkrak tenaga, untuk pemilihan noken as dia tidak tahu sih durasi noken asnya tapi pake yang aftermarket dan abang bengkelnya sih bagus. Sementara klepnya pilih klep gajah milik Sonic untuk membantu derasnya kucuran bensih dari karburator RX-King.

5.Saringan Angin dan Gear ratio
guna dari sebuah gir, selain buat tawuran adalah untuk menyambungkan rantai untuk menggerakan motor. Dia lagi-lagi lupa berapa rasio girnya tapi yang pasti pakai yang berat. Yang satu lagi adalah modifikasi paling murah meriah dan berbahaya yaitu melepas saringan angin biar udara yang masuk makin plong! memang bahaya sih tapi yang namanya gila kecepatan dan cuma dibake buat iseng-iseng dikomplek ya boleh lah!

Sebenarnya masih banyak yang bisa dilakukan terhadap kelinci percobaan kita ini, tetapi berhubung terbentur biaya ya belum dilakukan. Ada beberapa langkah yang dekat ini bakal dilakukan seperti bore up dengan seher Thunder dan pemasangan kopling manual. Sebenarnya bore up cukup sulit dilakukan terhadap Shogun dan Smash karena pen 14 yang jarang digunakan, papas piston juga bisa dilakukan tetapi tidak dilaksanakan karena bisa memaksa dia untuk membeli Pertamax dan juga ancaman overheat!



Si-Kebo yang kenceng banget!

Senin, 01 Oktober 2012

Supra X 125 kalahkan Jupiter Z bore up di Kenjeran

Yak bung semoga bukan cuma ane yang mikir bahwa Indoprix itu lebih seru dibandingkan Moto GP, soalnya ane pernah ngomong gitu di depan temen ane yang juga suka motor diketawain gan, kacaw nih. Ane emang lebih suka balapan undepbone karena terkesan lebih seru bagaimana pembalap dan mekanik bisa membuat mesin 110cc atau 125cc berlari kencang, apalagi kecintaan ane terhadap balapan Indonesia. Apa lagi kan kita tahu dan pernah mencoba semua motor yang ada di Indoprix, paling yang belom ane coba cuma Kawasaki Edge.
Behubung kemaren hari minggu Indoprix ditayangin di TV One, sekitar jam 3.00 sore ane nonton dan emang seru banget sih. Line up motor-motornya sih biasa untuk kelas 110: Blade,JupiterZ,Titan, dan Edge sementara untuk kelas 125 ya Supra,Shogun,Athlete dan Jupiter Z bore up. Yang menarik selama pertandingan ane mendengar beberapa kali komentator menyebutkan bahwa Supra X 125 dan Honda Blade yang dipacu oleh pembalap-pembalap sudah menggunakan sistem injeksi sementara si raja roadrace Jupiter Z masih menggunakan sistem karburator. Yang terlintas di otak ane adalah betapa serius dan cepatnya riset pabrikan Sayap buntung untuk motor balapnya, selain itu juga Yamaha yang riset NJZ atau NJZ1 nya sangat lama dan sepertinya mulai bisa di saingi oleh pasukan Blade dan Supra dari honda. Kalau melihat kelat 110 sih hasilnya Race 2 IP110 - 1.Rafid Topan#50, 2.Hadi Wijaya#12, 3.Hendriansyah#76 semuanya Jupiter Z dan belum bisa diladeni oleh Blade yang katanya punya masalah terutama di sistem pelumasan dan pendinginan bahan bakar. Sementara untuk Race 2 IP125 - 1.Denny Triyugo#96, 2.Rafid Topan#50, 3.Hendriansyah#76 yang mengejutkan diantara 4 Jupiter Z di 5 besar terselip sebuah Supra X 125 dan yang mungkin bisa bikin gak bisa tidur adalah Supra X yang ditunggangi Denny Triyugo itu berada di posisi pertama! Rafid topan sendiri sudah dengan luarbiasa mendominasi balapan sampai last lap dia berhasil dikelabui Denny Triyugo dan batal deh Yamaha podium tanpa celah di race 2 Kenjeran. Sementara Athlete dan Shogun sendiri masih belum bisa podium untuk menyaingi lincahnya sasis Jupiter Z dan canggihnya sistem mesin Supra X 125.
Yang menarik adalah bagaimana Supra X 125 bisa menaklukan Kenjeran, padahal seperti yang kita tahu Kenjeran memiliki tikungan-tikungan yang sulit dan cocok untuk sasis Jupiter Z. Kemungkinan besar sui Arm, bisa pakai punya Jupiter Z atau Blade dari motor ini diganti karena di beberapa artikel di Motorplus Supra X balap digani armya bahkan Sasisnya juga diganti untuk bisa menyaingi Jupiter Z. Begitu juga dengan sistem bahan bakarnya yang sudah menggunakan PGM-FI dan menurut pengalaman ane sih secara ane pengguna HSX PGM-FI memang jika menggunakan sistem ijeksi. Jadi mungkin perpaduan mesin yang baik diputaran bawah dan sasis baru menjadi perpaduan ampuh melibas sirkuit penuh kelokan tajam. Nah yang ane sayangkan adalah lambannya Yamaha untuk riset NJZ1 yang standarnya sudah bagus, menurut saya Jupiter Z sudah mulai ketinggalan jaman dan kepercayaan orang terhadap NJZ1 bisa saja turun jika tak kunjung turun balap.Padahal kan slogan Yamaha 'Semakin Didepan' seharusnya mereka menjadi paling depan dalam pengembangan teknologi balap!
Jupiter Z 110 Rafid Topan yang juara kelas 110!
Supra X 125 Denny Triyugo yang mengacaukan pesta Yamaha!
gambar diambil dari motorplus

Sabtu, 15 September 2012

Jajal Kanzen Taurus si Motor Anak Bangsa


Yak bung buat anda yang bilang sinis bahwa Indonesia gak bisa bikin motor sendiri anda salah besar kita punya kok yang namanya Kanzen ituloh motor buatan SMK yang kalo gak salah dijadiin Motornas, asli motor Indonesia,bahkan beberapa pabrikan yang kita kenal sebagai mocin sebenarnya merek lokal. Tapi sayangnya karang laku sih mungkin karena kurang memenuhi selera pasar atau memang orang Indonesia yang aneh dan gak percaya sama motor buatan sendiri, tapi sih yang pasti nasib nih motor tragis banget kena hajar abis-abisan. Kalo menurut saya sih dua-duanya benar dan ditambah lagi waktu yang agak telat Karena ditujukan sebagai motor sangat murah seperti mocin tapi waktunya telat selera masyarakat kembali ke motor Jepang karena kapok dengan mocin, jika saja dipasarkan sejak akhir 90an pasti bakal laku dan mendominasi pasar bottom end yang banyak dihuni mocin.
Kembali ke si motor, sampe lupa nih nyebutin motornya…… Yak dialah Kanzen Taurus punya temen sekolah ane, katanya sih dulu ‘motor dinas’ supirnya dari ortunya tapi karena si supir udah gak kerja situ lagi nih motor jatuh ke tangan bro ane yang 1 ini deh. Yak kalo kita lihat dari jauh kesan motor plagiat sih hampir gak ada bisa dibilang 0% plagiat, salut gan. Bodynya keren banget bro campuran antara bebek dan motor trail, bahkan kalo menurut ane sih ganteng banget apa lagi kenalpotnya gak dibawah melainkan dibawah jok, kalo 3s nya bagus dan mesinnya teruji ane minta dah nih motor ke bokap ane hehehehe. Kalo kita perhatikan dari dekat barulah nampak nih motor ada unsur pake cetakan motor lain buat blok silindernya, yak siapa lagi kalo bukan cetakan sejuta umat Honda C100 kalo karburator sih Keihin kayaknya sih 17mm juga kaya Revo 100.
Yak abis melototin seluk beluknya waktunya kita coba, biasalah ane pasti ngeliat motor unik dikin langsung dicoba. Naik berdua bareng temen ane, pas baru duduk baru terkuaklah kelemahan besarnya, mungkin makanya nih motor gak laku karena jarak antara jok dan jalan yang teralu jauh. Ane aja yang lumayan tinggi (kurang lebih 180cm ato malah kurang?!)  harus rada jinjit yang menyebabkan temen ane yang punya aja kesulitanmenggunakannya, aneh motor nasional tapi gak cocok buat orang Indonesia. Nah kalo tadi ane puji-puji  sekarang ane perlu kritik mesinnya yang kurang bikin puas, kalo mesin sih gak masalah, konsumsi bensin relatif lah. Tapi iqi lho kok koplingnya sepertinya lemes banget kaya gak nendang bikin susah lari pas start ama sehabis ganti gigi, ditambah kadang agak susah naik turunin gigi. Jika saya coba geber pas baru abis ganti gigi pasti bakal ngegerung  dulu baru tenaganya tersambung lagi ke roda belakang, padahal ane pernah jajal Supra X 100 yang basisnya sama koplingnya gak seburuk ini lah. Nah kalo kritik ane soal gak user friendly pada bagian rangka ternyata dibayar lunas dengan handling yang ternyata menggembirakan,sangat baik, cukup baik di beokan semiparabola dan melumat belokan lainnya untuk belok miring seperti motor balap saking keasikannya temen ane ampe jerit-jerit takut. Kalo soal frame, fram tinggi Kanzen bisa lah disandingkan dengan motor Jepang seperti  Jupiter Z atau CS1 bahkan menurut saya lebih baik dibandingkan handling keluarga Supra apalagi posisi knalpot yang membuat tidak khawatir mentok saat belok kea rah kanan.
Jadi saya sekedar menarik kesimpulan dan saran. Alangkah baiknya jika motornas ini dilanjutkan karena bisa memenuhi ekspektasi masyarakat dan memacu industry otomotif yang mandiri. Alangkah baiknya Jika basis Taurus diupgrade cc nya dan bagian koplingnya+ kopling manual kalau bisa hehehe karena Frame dan lain-lain yang sudah bagus. Sedangkan lebih baik jika Kanzen memiliki varian yang lebih user friendly untuk yang tidak suka basis Taurus yang sporty dan kurang user friendly . Tapi after all Kanzen ini adalah permulaan yang bagus semoga terus dikembangkan dan diteruskan.
Nih temen ane yang punya yang paling kiri!

Nih dah spesifikasinya:

Data Spesifikasi Teknis Taurus Ultima 100 & 110 :
Panjang : 1980 mm
Lebar : 710 mm
Tinggi : 1090 mm
Jarak Sumbu Roda : 1245 mm
Jarak Terendah ke Tanah : 185 mm
Berat Kosong : 109 kg
Type Rangka : Full frame – Underbone
Type Suspensi Depan : Teleskopik
Type Suspensi Belakang : Lengan ayun suspensi ganda
Ukuran Ban depan : 250 -17
Ukuran Ban Belakang : 275 -17
Rem Depan : Tromol (type 100) dan Cakram hidrolik piston ganda (type 110)
Rem Belakang : Tromol
Kapasitas Tangki : 8.0 liter
Type Mesin : 4 Langkah SOHC, pendingin udara
Susunan Silinder : Silinder tunggal. Sudut 10°
Diameter Langkah : 49.5 x 55 mm
Volume Langkah : 100 cc (type 100) & 110 cc (type 110)
Daya Maximum : 7.8 / 8000 (ps / rpm)
Torsi Maksimum : 8.04 / 4000 (Nm / rpm)
Kapasitas Oli : 0.8 liter
Kopling : Otomatis sentrifugal, tipe basah, pelat majemuk
Gigi Transimisi : 4 kecepatan
Pemindahan Gigi : N-1-2-3-4-N. Sistem rotary
Starter : Pedal dan elektrik
Battery : 12 V – 5 Ah
Pengapian : AC – CDI


Minggu, 05 Agustus 2012

Komparasi Motor-Motor Indonesia vs Malaysia

Yak saudara-saudara mumpung ane lagi bosen terus iseng banget pengen baca-baca dan bikin nih otak kerja dan juga karena udah bosen dengan motor-motor dalem negri tiba-tiba ada ide buat liat-liat website resmi dari negri lain, ya yang paling deket ya Malaysia. Terus mulai deh ane buka situs-situs resmi tuh negara yang ane kunjungin ya pabrikan Jepang kaya Yamaha dan Honda. Terus mulai muncul ide cari-cari perbedaan motor Malaysia dan Indonesia yang memiliki basis sama dari kedua pabrikan tersebut. Yang menarik ada 3 dan ane lagsung rangkum aja ya...

Jupiter Z1 vs Lagenda
Jika diIndonesia dikenal dengan nama Jupiter Z di Malaysia motor yang satu ini dinamai Lagenda 115 Z dan ketika tulisan ini dibuat di Indonesia sudah keluar Jupiter Z1 sementara di Malaysia motor yang satu ini masih mengandalkan mesin karburator yang sama seperti Jupiter Z 115. Uniknya di Malaysia tidak ada varian Vega ZR seperti di Indonesia jadi Lagenda Z di plot sebagai bumper produk sementara Leagenda ZR di plot sebagai bebek mid end layaknya Jupiter Z di Indonesia.Lagenda sendiri memiliki basis dan mesin yang hampir sama persis dengan Jupiter Z bedanya Jika Lagenda Z mirip sekali dengan Jupiter Z SW Lagenda ZR memiliki beberapa upgrade dibandingkan Jupiter Z ditambah dengan velg biru dan shock breaker yang sudah menggunakan tabung. Kalau mesin sih jelas mesin karburator Lagenda yang sama seperti NJZ tidak bisa menyaingi Jupiter Z1 milik kita yang sudah injeksi mungkin Lagenda injeksi dengan mesin Jupiter Z1 akan keluar dalam waktu dekat.Oh iya hampir lupa salah satu perbedaan dari kedua motor ini adalah jika Lagenda masih pakai cakram 2
LagendaZRJupiter Z1

Honda Wave 125X Ultimo vs Supra X 125:
Yak bung bayangkanlah Jika HSX 125 yang bodynya udah bosenin dipakein baju Revo 100 yang sporty banget itu loh, yak jadilah sebuah Honda Wave 125 Ultimo dari Malaysia. Mesin sih 11-12 sama mesin Karisma yang di HSX, tapi ada juga kok perbedaan mesinnya yup kompresinya yang menyentuh angka 9,3:1 sedangkan HSX sendiri cuma main di angka 9,0:1 mungkin karena kualitas bensin diana yang lebih baik dibandingkan di sini. Sementara body persis banget sama Revo 100 yang keren banget beda sama yang disini yang terkesan kalem. tapi kita harus bersukur memiliki Supra X karena motor ini memiliki kelebihan di sistem pengereman dengan dual disk brake sementara Wave masih pakai tromol buat rem belakang.

Senin, 30 Juli 2012

Suzuki Satria F150 produk tercerdas Suzuki


Yak bung tiba-tiba ane jadi pengen ngebahas tentang motor yang menjadi produk Suzuki dengan penjualan terbaik beberapa bulan,bahkan tahun belakangan ini Satria F150 memang menjadi tulang punggung penjualan Suzuki.  Memang Satria FU sangat menarik bagi semua orang dengan horsepowernya yang sangat besar untuk ukuran motor bebek dan tampangnya yang seperti motor balap dan tidak pernah terasa membosankan. Biarpun lapisan konsumen untuk motor ini terhitung kecil jika dibandingkan pesaingnya seperti Jupiter MX atau V-Xion, kalau menurut saya yang mau membeli motor ini mungkin hanya di kalangan anak muda dan berbadan kecil, kalau dibbandingkan JMX mungkin bapak-bapak masih pantas menggunakannya atau jika orang bertubuh besar tidak teralu aneh. Tapi Suzuki Satria bisa memaksimalkan pasaran yang kecil tersebut, Mungkin tanpa Satria Suzuki terkesan makin keok dengan pabrikan Jepang lainnya.
Tapi pertanyaannya kenapa…. Nih deh coba ane ulas      

   1.Karena hampir tidak ada saingan, Mungkin masih ada seperti Jupiter MX atau TVS Tormax, tapi kehadiran  pesaing-pesaing  tersebut membuat seseorang memalingkan pilihan ke produk lain. Maksutnya tidak ada kan lawan yang memiliki spesifikasi yang sama, Ketika Jupiter dan Tormax memilih gaya bebek sejati dan CS1 motor sport  Satria F150 memilih gaya ayam jago yang juga menjadikan orang yang  menyukai model ayam jago tidak memiliki pilihan lain selain Satria FU, Mungkin Athlete memiliki gaya yang sama namun kelasnya cukup jauh berbeda. Soal mesin Suzuki juga menyematkan mesin yang berbeda, Ketika Jupiter menggunakan SOCH 135 cc yang tegak dan Tormax 150cc horizontal SOCH dan keduanya overstroke. Sementara CS1 yang over bore hanya dipersenjatai kubikasi 125 dan 2 klep. Sementara Fu menggunakan mesin over bore yang membuat HP besar dan ditambah lagi dengan mekanisme DOCH dan sekali lagi menlenggang sendirian dengan spec paling berbeda dan unggul apa lagi dilengkapi 6 speed.

Seandainya Satria tidak memiliki spesifikasi yang ‘beda sendiri’ mungkin akan menjadi bulan-bulanan saingan seperti Axelo yang terjun ke pasar yang teralu ramai dan sangat dikuasai satu pabrikan. Seandainya Suzuki berani mungkin  Axelo akan diupgrade dengan spesifikasi murip Satria contohnya DOCH. Seandainya berani mungkin akan terhindar dari HSX125 dan jika iya pun mesinnya sebaiknya tidak tegak untuk menghindari ‘ancaman’ Jupiter MX.

2.Bisa jual murah, pasti anda juga setuju kalau 18 juta itu harga yang cukup murah  untuk sebuah motor 150cc bandingkan saja dengan V-Xion, Byson, atau Mega Pro yang harganya sampai 20an juta rupiah. Karena memang untuk penggemar kecepatan FU didesign se enteng mungkin, nah menciptakan motor enteng itulah yang membuatnya jadi murah perhatikan saja Framenya jauh lebih lebih enteng dan menggunakan sedikit besi dibandingkan saingan dari kelas sportnya dan juga tetap lebih enteng jika dibandingkan saingan bebeknya seperti MX atau CS1. Penghematan paling besar mungkin ada di bagian plastik untuk menutupi rangka yang membuatnya sangat enteng. Bandingkan dengan Jupiter MX yang bodynya cukup lebar, apa lagi CS1 yang sangat boros plastik yang membuat beratnya sampai 114Kg dan membengkakan ongkos produksi yang membuat CS1 terkesan ‘overprice’. Tapi hebatnya lagi beragam penghematan ini tidak membuat Satria F150 terkesan murahan seperti yang terjadi pada Shogun 110 setelah menjadi Smash, garis desighnnya membuatnya malah terkesan sporty dan tidak berkelas.

3.Mudah dioprek, karena anak muda senang memodfikasi motornya kecerdasan Suzuki adalah selain DOCH tidak ada teknologi yang teralu tinggi yang disematkan pada FU karena terbukti sampai post ini ditulis belum pernah ada bebek injeksi yang sukses dipasaran bahkan HSX injeksi (motor ane) penjualannya gatot  karena pembeli di kelas ini memang banyak yang hobi modifikasi, berbeda dengan kelas sport dimana V-Xion sangat merajai pasaran dengan teknologi injeksinya. Karena targetnya adalah penyuka kecepatan yang kebanyakan anak muda hobi memodifikasi  tunggangannya Suzuki tidak menyematkan teknologi injeksi yang biaya modifikasinya masih mahal dan susah karena banyaknya sensor yang harus ditipu. Mungkin jika teknolog V-Xion sangat merajai pasaran dengan teknologi injeksinya. Karena targetnya adalah penyuka kecepatan yang kebanyakan anak muda hobi memodifikasi  tunggangannya Suzuki tidak menyematkan teknologi injeksi yang biaya modifikasinya masih mahal dan susah karena banyaknya sensor yang harus ditipu. Mungkin jika teknologi injeksi sudah banyak digunakan di ajang balap seperti Indoprix dan makin banyak bebek berinjeksi Suzuki baru berani meluncurkan Satria FU injeksi.

4.Sebenarnya sadarkah anda sejak pertama kali Suzuki meluncurkan Satria F150 Suzuki sudah mengorbankan sebuah pasar gemuk yaitu motor sport 150cc. Jadi semenjak FU meluncur kemungkinan FSX nongol sudah tertutup, kemungkinan motor sport di pasar gemuk Suzuki tinggal kelas 125cc yang sudah mulai di tinggalkan dan 250cc. Pasar moge 125cc sendiri sudah diisi dengan Thunder yang merupakan Fu bore down dan SOCH bahkan downgrade mesin dari FU dan Thinder 125 sangat besar, apa lagi pasar moge 125 sudah ditinggalkan dan yang sedang ramai-ramainya adalah pasar moge 150 yang dikorbankan Suzuki. Sementara pasar 250 yang masih kecil bakal diisi  GW-250 yang  gak nongol-nongol. Jadi jika Suzuki mau bikin moge baru harus menciptakan pasar baru seperti kelas 160cc yang ditinggalkan Mega Pro atau 200cc melawan Tiger dan Scorpio.

Jadi kunci keuksesan Satria FU adalah karena dia memiliki spec yang tertinggi di kelasnya dengan penempatan harga yang pas. Fokus terhadap pasar yang dituju juga menjadi tunjangan bebek super pabrikan S ini.

Rabu, 25 Juli 2012

Supra X 125 waktumu untuk facelift


Yak pertama tama assalamualaikum dulu dah buat semua pembaca Adler’s Engine™ ya mumpung lagi puasa enak nih nulis-nulis pendapat dan ilmu ane yang semoga berguna dan jadi pahala buat kita semua. Yak bro-bro pasti setuju dong kalo yang namanya masuknya produk baru bakal merubah yang namanya peta penjualan, apa lagi di bidang otomotif yang konsumenya lebih selektif dan berpikir jangka panjang. Bahkan Cuma facelift saja tanpa merubah mesin sudah bisa mengatrol penjualan cukup hebat seperti kasus Honda Blade yang sekarang bikin kocar kacir Yamaha yang Jupiter Z yang tadinya penguasa pasar tunggal terancam. Nah hukum alam adalah aksi-reaksi juga terbukti aksi Honda membuat Yamaha mengambil reaksi. Jupiter Z yang terancampun dirombak total oleh pabrikan garpu tala dan ternyata cukup ekstrem. Memang cc masih sama seperti yang dulu namun dengan teknologi dan spesifikasi yang menyamai atau bahkan melewati spesifikasi motor-motor kelas 125, Yang membuatnya terkesan menebus dosa lama Yamaha yang menggunakan mesin Vega untuk Jupiter Z. Dari tenaganya yang sampai 10ps dan masih 115cc cukup menunjukan bahwa misi yang diusung bukan hanya untuk membantai kelas 115cc Honda dan Suzuki tapi juga kelas 125cc pabrikan barusan. Hal lain yang menunjukan indikasi ini adalah harga yang dipatok diatas harga temahal varian 115cc lainnya dan dibawah ‘pahe’ kelas 125 varian tetangga, mungkin dua hal yang membuat Yamaha membore up Jupiter Z adalah karena takut mengulangi ‘kesalahan’ Suzuki dulu dan adanya kemungkinan bisa menimbulkan ‘kanibal’ dalam penjualan dengan Jupiter MX 4 speed.
 Nah barusan adalah skema Yamaha targetnya tentu yang memiliki penjualan diatasnya yaitu Blade dan HSX, namun yang menarik bagi saya adalah bagaimana Honda menyelamatkan ‘si raja motor bebek’. Menurut ane ada baiknya buat Honda melakukan major facelift terhadap motor yang satu ini saya yakin sekali bukan Cuma saya yang merasa bosan dengan model dua lampunya yang sangat kalem dan cukup terkesan ‘bapak-bapak’. Walapun Honda sering mengubah sticker bertuliskan R nya yang keren banget tapi yang ngak mengurangi ke bosanan ane dan kebanyakan temen ane. Motor macam HSX125 ini memang sangat menguntungkan pabrikan bayangkan saja umurnya sangat  panjang tanpa perubahan lekuk body yang tidak mengharuskan pabrikan untuk membuat cetakan baru yang ‘makan duit lagi’ yang juga menghemat ongkos produksi. Yang lebih hebatnya adalah mesin yang dipakai juga masih sama pesis seperti yang digunakan oleh Karisma 125 yang memungkinkan ‘common part’, jadi Honda tidak perlu membuat cetakan mesin baru dan tidak usah terus membuat spare part motor lamanya dan membuat part motor barunya secara bersamaan. Mesin Karisma sendiri memang terkenal bandel,awet, hemat dan sangat cocok untuk pengguna motor di Indonesia, mungkin karena itu HSX jadi menarik karena mesinnya sudah teruji dan terbukti bagus jadi biarpun teknologi pas-pasan dari jaman Karisma, tapi kalau kita membelinya tidak aka nada rasa takut terhadap ‘produk gagal’ atau perawatan yang susah kalau kita membeli mesi yang benar-benar baru. Tapi ya rasa bosan masyarakat itulah yang bisa menjatuhkan HSX apa lagi ada lawan baru yaitu NJZ1 yang sepertinya sudah naik kelas. Ada baiknya bagi Honda untuk mengubah total body HSX dan untuk kebutuhan balap mungkin perubahan pada ‘garpu’ dari motor ini sendiri yang memang banyak pembalap yang tidak suka jika Honda mau menambahkan kepedulian terhadap ajang road race. Menurut saya lagi alangkah bainknya jika major faceliftnya tidak menghilangkan garis dasar HSX yang bergaya kalem dan elegan karena selain cukup disukai dan saingannya kebanyakan menarik garis sporty. Sementara untuk mesi alangkah baiknya jika masih menggunakan basis mesin yang sekarang dengan beberapa penambahan teknologi seperti EFT, piston fogged, penutup seher model baru (seperti Blade dan Revo), menghidupkan lagi versi injeksi dan menambah kompresi (ngarep),agar motor dengan torsi paling besar di kelasnya ini makin menarik dan tidak kalah dengan motor dengan kelas lebih rendah seperti Blade yang mengaplikasikan tutup seher persegi dan EFT.
Tapi kemungkinan meluncurkan HSX major facelift dalam waktu dekat kemungkinan sangat kecil apa lagi belom penah ada kabar soal ini,ditambah lagi penjualan HSX yang masih sangan baik. Ini cuman merupakan saran dan pendapat ane buat Honda, tapi kalau seandainya ekspektasi Yamaha tercapai yaitu membuat penjualan Jupiter Z1 dapat melebihi atau bahkan menginggalkan jauh Supra X 125, atau Suzuki berhasil membangunkan Shogun atau Axelonya yang sudah tertidur cukup lama Honda bisa saja mengambil keputusan yang barusan ane jelasin. Kecuali emang Honda berani naikin taruhan dengan melakukan major facelift sebelum kedua hal tersebut terjadi kalo berhasil yang pasti gede tapi kalo kalah ya Bandar bisa ngejatohin pasar salah satu motor Honda dengan penjualan terbesar.
Yak segini aja ya dari ane……………..



 VS.

Selasa, 17 Juli 2012

Harga Jupiter Z1 14,3 juta... Mau lawan Supra X?

yak saudara-saudara Yamaha akhirnya mengeluarkan harga buat Jupiter Z 115 cc untuk versi spoke wheel (velg standar) akan dilepas seharga 14,3 juta sementara yang cast wheel (velg racing) akan dilepas seharga 15,1 juta rupiah.Melihat dari penjualan NJZ sendiri versi SW bakal sangat kecil penjualanya dibandingkan yang CW, mungkin karena kalau beli yang SW lebih baik beli Vega ZR sekaligus. Tapi saya menyayangkan tingginya harga varian CW kalau orang melihat angka 15,1 juta akan terasa mahal untuk sebuah bebek 115cc andaikan harganya disetel di angka 14,9 juta pasti akan jauh terasa lebih murah. Sedangkan harga versi SW adalah 14,3 juta yang di sayangkannya lagi adalah jauhnya harga yang versi SW dan CW jika saya bayangkan rasanya cukup 600 ribu rupiah sebagai tambahan untuk velg racing apa lagi tidak ditambah disk brake belakang. Tapi mungkin ini strategi dari Yamaha agar Jupiter Z1 lebih mengarah ke HSX setidaknya sengacaukan pasar Supra X 125D kalau yang 125R mungkin akan dilawan oleh Jupiter MX 4 speed. Nah kalo udah gini saran ane buat Yamaha adalah bikin Vega ZR yang CW buat nyaingin Revo 110 lagi pula jarak spesifikasi Vega ZR dan Jupiter Z1 sudah terhitung jauh kok, bikin Jupiter Z pake sticker moto gp kaya yang dipake ama Lorenzo, dan yang terakhir ya bikin semua varian Jupiter dengan dual disk brake....


tuh keren kan vega pake velg racing!














nah kalo keluar Jupiter Z1 yang macam gini terus pake cakram belakang bisa apa Blade!!










Semoga membantu!!!!