Yak bung semoga bukan cuma ane yang mikir bahwa Indoprix itu lebih seru dibandingkan Moto GP, soalnya ane pernah ngomong gitu di depan temen ane yang juga suka motor diketawain gan, kacaw nih. Ane emang lebih suka balapan undepbone karena terkesan lebih seru bagaimana pembalap dan mekanik bisa membuat mesin 110cc atau 125cc berlari kencang, apalagi kecintaan ane terhadap balapan Indonesia. Apa lagi kan kita tahu dan pernah mencoba semua motor yang ada di Indoprix, paling yang belom ane coba cuma Kawasaki Edge.
Behubung kemaren hari minggu Indoprix ditayangin di TV One, sekitar jam 3.00 sore ane nonton dan emang seru banget sih. Line up motor-motornya sih biasa untuk kelas 110: Blade,JupiterZ,Titan, dan Edge sementara untuk kelas 125 ya Supra,Shogun,Athlete dan Jupiter Z bore up. Yang menarik selama pertandingan ane mendengar beberapa kali komentator menyebutkan bahwa Supra X 125 dan Honda Blade yang dipacu oleh pembalap-pembalap sudah menggunakan sistem injeksi sementara si raja roadrace Jupiter Z masih menggunakan sistem karburator. Yang terlintas di otak ane adalah betapa serius dan cepatnya riset pabrikan Sayap buntung untuk motor balapnya, selain itu juga Yamaha yang riset NJZ atau NJZ1 nya sangat lama dan sepertinya mulai bisa di saingi oleh pasukan Blade dan Supra dari honda. Kalau melihat kelat 110 sih hasilnya Race 2 IP110 - 1.Rafid Topan#50, 2.Hadi Wijaya#12, 3.Hendriansyah#76 semuanya Jupiter Z dan belum bisa diladeni oleh Blade yang katanya punya masalah terutama di sistem pelumasan dan pendinginan bahan bakar. Sementara untuk Race 2 IP125 - 1.Denny Triyugo#96, 2.Rafid Topan#50, 3.Hendriansyah#76 yang mengejutkan diantara 4 Jupiter Z di 5 besar terselip sebuah Supra X 125 dan yang mungkin bisa bikin gak bisa tidur adalah Supra X yang ditunggangi Denny Triyugo itu berada di posisi pertama! Rafid topan sendiri sudah dengan luarbiasa mendominasi balapan sampai last lap dia berhasil dikelabui Denny Triyugo dan batal deh Yamaha podium tanpa celah di race 2 Kenjeran. Sementara Athlete dan Shogun sendiri masih belum bisa podium untuk menyaingi lincahnya sasis Jupiter Z dan canggihnya sistem mesin Supra X 125.
Yang menarik adalah bagaimana Supra X 125 bisa menaklukan Kenjeran, padahal seperti yang kita tahu Kenjeran memiliki tikungan-tikungan yang sulit dan cocok untuk sasis Jupiter Z. Kemungkinan besar sui Arm, bisa pakai punya Jupiter Z atau Blade dari motor ini diganti karena di beberapa artikel di Motorplus Supra X balap digani armya bahkan Sasisnya juga diganti untuk bisa menyaingi Jupiter Z. Begitu juga dengan sistem bahan bakarnya yang sudah menggunakan PGM-FI dan menurut pengalaman ane sih secara ane pengguna HSX PGM-FI memang jika menggunakan sistem ijeksi. Jadi mungkin perpaduan mesin yang baik diputaran bawah dan sasis baru menjadi perpaduan ampuh melibas sirkuit penuh kelokan tajam. Nah yang ane sayangkan adalah lambannya Yamaha untuk riset NJZ1 yang standarnya sudah bagus, menurut saya Jupiter Z sudah mulai ketinggalan jaman dan kepercayaan orang terhadap NJZ1 bisa saja turun jika tak kunjung turun balap.Padahal kan slogan Yamaha 'Semakin Didepan' seharusnya mereka menjadi paling depan dalam pengembangan teknologi balap!
Jupiter Z 110 Rafid Topan yang juara kelas 110!
Supra X 125 Denny Triyugo yang mengacaukan pesta Yamaha!
gambar diambil dari motorplus

