Yak saudara-saudara apa kabar baik? Semoga baik-baik saja. Ane lagi pengen ngebahas tentang motor-motor gede nih gan itu loh yang istilahnya moge, motor-motor diatas 250cc.Disadari atau tidak tren motor tanah air makin hari makin meningkat apa lagi belakangan ini, kira-kira semenjak 2010 kita lihat semakin banyak motor 250cc atau keatas semakin ramai.
Mari kita ambil contoh Kawasaki yang mulai kapok main di kelas bebek mulai merangsat dan fokus untuk mengembangkan keluarga Ninjanya bahkan kini bukan hanya Ninja 150 dan 250 yang diandalkan. Bahkan kelas Premium (ato Pertamax kali tepatnya) seperti Er-6,ZX-6, dan kawan-kawannya. Bahkan di ajang IIMS dengan berani mereka tidak menghadirkan kelas bebek untuk dipamerkan, walaupun itik mereka seperti Athlete, Edge dan ZX-130 masih dijual, mereka hanya menurunkan kelas trail dan sport. Sementara Kawasaki udah ngacir dari kapan tau buat mainin kelas 250cc Honda baru beberapa tahun belakangan meluncurkan CBR 250R yang menjadi flagshipnhya sampai sekarang.Yang heboh adalah mulai menjamurnya ATPM motor-motor Eropa dan amerika dan juga IU, bahkan MV Agusta juga membuat pabrik di Indonesia.
Menurut saya ini menunjukan bahwa tren pengguna motor di Indonesia sudah mulai naik, tidak lagi orang menengah kebawah tetapi sudah menuju kelas atas. Mungkin karena tren gaya hidup atau karena kebutuhan orang-orang perkotaan yang membutuhkan motor yang cenderung minim macet dan bisa selap-selip namun juga harus tetap bergaya.Yah.... gimana juga motor kaya gini emang keren dan anti macet, kabar baiknya buat pemerinta ya.... pajaknya yang mahal dan gak bisa pake premium!
Tampilkan postingan dengan label cbr. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cbr. Tampilkan semua postingan
Jumat, 30 November 2012
Kamis, 30 Agustus 2012
Perbedaan performa 2-tak dan 4-tak makin kecil
Yak bung ane emang hobi iseng-iseng nge search tentang motor, terus tiba-tiba ada ide untuk nge search 'Jupiter Z Indoprix' karena penasara gimana sih taji motor kesukaan ane di kejuaraan yang katanya paling kompetitf se Asia, gimana enggak yang level internasional aja belom boleh eh di Indoprix udah boleh pake kenalpot titanium. terus tiba tiba ada artikel menarik tentang Indoprix. Di situ dituliskan bahwa memang motor-motor di Indoprix makin menggila, yang menarik adalah rekor Rapid Topan di Sentul. Yaup rekor Rapid Topan dengan Jupiter Z bore up 125cc (1 menit 53 detik) hampir mengalahkan rekor waktu di Sentul dari kelas 2-tak 115cc yang dicatatkan oleh kakaknya sendiri Rapid Poppy (1 menit 51 detik), padahal Rapid Poppy menggunakan sebuah Cagiva Stella 115R yang diproduksi di Thailand merek Italia dan bermesin tegak.
Yup Jadi kesimpulannya motor 4-tak sudah bisa menyaingi motor-motor 2-tak biarpun memiliki beda 15cc tetapi tetap saja sebuah lonjakan yang besar. biasanya untuk menyaingi motor 2 langkar motor 4 langkah harus memiliki perbedaan besar seperti di Moto GP awal abad 21 agar tetap kompetitif motor 4 langkah diberi hak untuk memiliki kubikasi lebih besar sampai 400cc.
Secara performa memang mesin 2 langkah seharusnya lebih baik namun lebih boros. Dikarenakan oleh siklusnya mesin 2-tak hanya memerlukan 2 langkah untuk sekali pengapian. Berbeda dengan mesin 4-tak dimana olinya terpisah dan memiliki 4 langkah yaitu intake,kompresi,daya, dan pembuangan. Sedangkan 2-tak hanya memerlukan dua langkah karena intake dan pembuangan di saat yang bersamaan. Jadi pembakaran dari mesin 2 langkah di RPM yang sama kemungkinan besar 2 kali lebih sering melakukan pengapian dan intake yang membuatnya lebih boros bbm, tapi seringnya pembakaranjuga menghasilkan torsi yang sangat besar dengan stroke yang pendek. Kalau kita perhatikan biasanya motor 2 langkah menggunakan mesin over bore atau square engine contoh F1ZR bore x stroke: 52 x 52 atau Ninja 150 Diameter x Langkah : 59.0 x 54,4 mm. Kalau motor 4 langkah strokenya pendek malah susah akselerasi palingan kalo mau kompresinya ditinggiin kalo nggak nasibnya kaya CS1 0-60 km/jam perlu 5,59 detik, padahal Supra X 125 PGM-FI yang mesinnya horizontal cuma 5,52 detik.
Tapi masalahnya adalah kalau saya rasa 2-tak sudah sulit untuk bisa dijadikan barang dagangan karena isu global warming yang membuat standar emisi euro 3, jangankan 2-tak kalo udah euro 3 motor 4 tak karburator aja susah banget mau lolos. Belom lagi karena doyannya dua tak terhadap bensin biarpun gak separah matic karburator. Tapi menurut ane juga ya, 2 tak tuh karena saking simplenya Ninja 150 yang sekarang tuh udah mentok teknologinya, kalo 4 tak kan bisa di kasih injeksi dan kalo dioprek bisa diatur klepnya, kalo 2-tak gak bisa di kasih injeksi dan kalo buat balap boro-boro pengaturan klep buat nyari torsi ato tenaga klep aja gak punya.
Yang paling ane sorot sih ente2 pada sadar gak sih kalo motor 4 tak sekarang performanya udah bisa nyaingin gak percaya nih dah ane beberin satu satu:
Jupiter Z1: VS F1ZR
tenaga maximal :10,6PS @ 7750 RPM Power Maksimal : 10,7ps@7500rpm
torsi maximal:1,01 kgf.m @ 6500 RPM Torsi Maksimal : 1,10 KGF.M@6500 rpm
Nah abis liat itu baru dah ane nyadar ternyata Jupiter Z1 itu tenaganya lebih mirip kaya F1ZR dibandingin Jupiter Z, ya bedanya cuma tipis dan F1ZR punya mekanisme 'kopling banci'.
2. Satria F150:Tenaga maksimum:16PS vs Satria R120:tenaga maksimum:13,5PS
Torsi maksimum:1,27kgm.f torsi maksimum:1,50 kgmf
Satria F150 dengan mesin DOCHnya memang unggul di tenaga mungkin juga karena cc nya yang jauh lebih besar namun kalah seperti umumnya motor over bore pasti akan kalah di torsi apa lagi dibandingkan dengan motor 2 langkah.
Yak memang perlu kelebihan setidaknya 25-40 cc bagi sebuah motor 4 tak untuk menyaingi torsi maupun tenaga motor 2 tak. Nah salah satu alasan saya suka Jupiter Z1 adalah karena performanya yang diatas rata-rata bebek 110 4 tak bahkan bisa sebanding dengan F1ZR. Tapi mungkin dalam 5 atau 10 takun kedepa manusia akan bisa membuat motor 4-tak dengan tenaga dan torsi sebesar 2-tak, lagi pula masih banyak yang bisa dieksplorasi dari jenis mesin 4 langkah.
SO JANGAN SEDIH DITINGGAL JAMAN 2-TAK KENCANG SEKARANG JAMANNYA 4 TAK KENCANG!
Yup Jadi kesimpulannya motor 4-tak sudah bisa menyaingi motor-motor 2-tak biarpun memiliki beda 15cc tetapi tetap saja sebuah lonjakan yang besar. biasanya untuk menyaingi motor 2 langkar motor 4 langkah harus memiliki perbedaan besar seperti di Moto GP awal abad 21 agar tetap kompetitif motor 4 langkah diberi hak untuk memiliki kubikasi lebih besar sampai 400cc.
Secara performa memang mesin 2 langkah seharusnya lebih baik namun lebih boros. Dikarenakan oleh siklusnya mesin 2-tak hanya memerlukan 2 langkah untuk sekali pengapian. Berbeda dengan mesin 4-tak dimana olinya terpisah dan memiliki 4 langkah yaitu intake,kompresi,daya, dan pembuangan. Sedangkan 2-tak hanya memerlukan dua langkah karena intake dan pembuangan di saat yang bersamaan. Jadi pembakaran dari mesin 2 langkah di RPM yang sama kemungkinan besar 2 kali lebih sering melakukan pengapian dan intake yang membuatnya lebih boros bbm, tapi seringnya pembakaranjuga menghasilkan torsi yang sangat besar dengan stroke yang pendek. Kalau kita perhatikan biasanya motor 2 langkah menggunakan mesin over bore atau square engine contoh F1ZR bore x stroke: 52 x 52 atau Ninja 150 Diameter x Langkah : 59.0 x 54,4 mm. Kalau motor 4 langkah strokenya pendek malah susah akselerasi palingan kalo mau kompresinya ditinggiin kalo nggak nasibnya kaya CS1 0-60 km/jam perlu 5,59 detik, padahal Supra X 125 PGM-FI yang mesinnya horizontal cuma 5,52 detik.
Tapi masalahnya adalah kalau saya rasa 2-tak sudah sulit untuk bisa dijadikan barang dagangan karena isu global warming yang membuat standar emisi euro 3, jangankan 2-tak kalo udah euro 3 motor 4 tak karburator aja susah banget mau lolos. Belom lagi karena doyannya dua tak terhadap bensin biarpun gak separah matic karburator. Tapi menurut ane juga ya, 2 tak tuh karena saking simplenya Ninja 150 yang sekarang tuh udah mentok teknologinya, kalo 4 tak kan bisa di kasih injeksi dan kalo dioprek bisa diatur klepnya, kalo 2-tak gak bisa di kasih injeksi dan kalo buat balap boro-boro pengaturan klep buat nyari torsi ato tenaga klep aja gak punya.
Yang paling ane sorot sih ente2 pada sadar gak sih kalo motor 4 tak sekarang performanya udah bisa nyaingin gak percaya nih dah ane beberin satu satu:
Jupiter Z1: VS F1ZR
tenaga maximal :10,6PS @ 7750 RPM Power Maksimal : 10,7ps@7500rpm
torsi maximal:1,01 kgf.m @ 6500 RPM Torsi Maksimal : 1,10 KGF.M@6500 rpm
Nah abis liat itu baru dah ane nyadar ternyata Jupiter Z1 itu tenaganya lebih mirip kaya F1ZR dibandingin Jupiter Z, ya bedanya cuma tipis dan F1ZR punya mekanisme 'kopling banci'.
2. Satria F150:Tenaga maksimum:16PS vs Satria R120:tenaga maksimum:13,5PS
Torsi maksimum:1,27kgm.f torsi maksimum:1,50 kgmf
Satria F150 dengan mesin DOCHnya memang unggul di tenaga mungkin juga karena cc nya yang jauh lebih besar namun kalah seperti umumnya motor over bore pasti akan kalah di torsi apa lagi dibandingkan dengan motor 2 langkah.
Yak memang perlu kelebihan setidaknya 25-40 cc bagi sebuah motor 4 tak untuk menyaingi torsi maupun tenaga motor 2 tak. Nah salah satu alasan saya suka Jupiter Z1 adalah karena performanya yang diatas rata-rata bebek 110 4 tak bahkan bisa sebanding dengan F1ZR. Tapi mungkin dalam 5 atau 10 takun kedepa manusia akan bisa membuat motor 4-tak dengan tenaga dan torsi sebesar 2-tak, lagi pula masih banyak yang bisa dieksplorasi dari jenis mesin 4 langkah.
SO JANGAN SEDIH DITINGGAL JAMAN 2-TAK KENCANG SEKARANG JAMANNYA 4 TAK KENCANG!
Label:
2-tak,
4tak,
bebek,
cbr,
cs1,
downgrade,
honda,
indonesia,
injection,
jupiter mx,
jupiter Z,
Jupiter Z1,
kawasaki,
motor langka,
NJZ,
premium,
Satria F-150,
Satria R-120,
Shogun,
smash
Harapan dari masyarakat yang tidak dikabulkan Yamaha
Yak bung ngobrolin pabrikan kesukaan ane yuk yup Yamaha, gak
tau kenapa ane suka banget ama pabrikan garputala ini, padahal motor-motor
4-tak nya larinya bisa disaingin ama pabrikan tetangga dan tidak teralu special
mesinya, pas Suzuki dan Honda udah melahirkan mesin DOCH pabrikan ini hanya
menelurkan motor SOCH 4 valve. Tapi mungkin yang bikin ane suka mungkin bodynya
yang garisnya lebih tajam dan lebih cocok aja ama mata ane, ditambah lagi
dengan kesuksesan mereka di dunia balap lewat Moto GP dan Jupiter Z yang
merajai kelas underbone. Tapi jujur saya
kecewa nih ama Yamaha Indonesia yang beberapa kali mengecewakan penggemarnya karena
terkesan kurang ‘all out’ *no offense. Coba ane beberkan beberapa kasusnya.
1.New Jupiter MX Injeksi
Saat ada rumor Jupiter MX bakal diluncurkan yang baru dan
memang benar beberapa tahun lalu lahirlah New Jupiter MX . Kalau dilihat
spesifikasinya sih cukup lumayan lah, sudah 5 speed biar gak kalah sama CS1 dan
FU, basisnya sih masih gak teralu jauh malah menjadi heboh dan membahagiakan
bagi penggemar Yamaha yup fitur dual disk brake. Jupiter MX pun menjadi motor
dengan disk brake belakang pertama yang dihasilkan oleh Yamaha di Indonesia ya
cukup memuaskan lah buat masyarakat. Sampai
saya dan mungkin beberapa orang langsung kecewa seketika saat melihat
pemasok bensinnya, yup masih karburator! Saya sih sangat menyayangkan keputusan
Yamaha saya rasa sangat disayangkan jika sebuah
bebek super masih karburator, padahal jika Yamaha berani menggunakan
system injeksi mungkin saja si itik bisa ‘mengcounter’ Satria FU. Tapi
sepertinya 2 tahun lalu sangat berbeda dengan sekarang protes media tekesan
tidak teralu kecewa, bayangkan jika
kasus itu sekarang pasti bakal jadi bahan cibiran motor baru 2012 kok
karburator.
2. V-Xion full fairing
Ini salah satu yang
paling heboh saat di India nongol Yamaha YZF-R15 ato ane libih suka bilang
V-Xion India . Orang Indonesia mungkin pengen juga jujur ane sih juga naksir ama bodynya yang mirip R-1,
bahkan ampe dari Facebook juga mendukung Yamaha memasukan motor ini. Cuman ya
gimana Yamaha berpegang teguh pada istilah ‘don’t change the winning team’
kalau seandainya Yamaha ngenyuntik mati V-Xion yang lagi menikmati masa jaya
teralu berbahaya nanti senasib ama Suzuki yang ngebunuh Shogun 110 lagi, kalau
mau ditandemin juga gak mungkin wong sama persis kok Cuma beda upgrade ECU,6
speed,disk brake dan fairing kok. Ya mau apa lagi Yamahanya gak berani kok,
jadinya yang pengen punya YZF-R15 pada Cuma bisa beli V-Xion terus dikasih
fairing dari fiber made in abang-abang dan disk brake abal-abal kalo mau ganti
gearbox ama ECU rada susah kali ya….
3.Jupiter Z1 Dual Disk Brake
Dasarnya sih gak ada yang kecewa ama bebek injeksi Yamaha di
Indonesia ini, memuaskan kok sesuai standar ekspektasi masyarakat sekarang.
Malah motor ini bisa dibilang melebihi ekspektasi kita Sebuah motor 115cc
dengan lonjakan teknologi yang tinggi dari pendahulunya tenaganya saja sampai
10PS bahkan melebihi motor-motor kelas 125cc. Lonjakan teknolgi yang sangat
tinggi jelas terjadi pemasok bahan bakar inkjeksi, YZ crankshaft dan lain-lain
membuat tenaganya jauh berbeda dengan pendahulunya apalagi dibandingkan NJZ.
Tapi ada dua hal yang bikin saya dan mungkin kita agak kecewa yup sticker khas
Moto GP tidak ditempelkan Yamaha diatas bebek balapnya ini, padahal jika
ditempelkan pasti akan tekesan keren sekali dan mendogkrak penjualan, mungkin
karena Yamaha takut dituding mengikuti taktik penjualan Honda. Yang satu lagi
sepertinya paling mengecewakan untuk sebuah
motor diatas 15 juta rupiah yaitu
fitur dual disk brake, memang tidak sangat parah untuk kelas 115cc tapi kalau
melihat Blade sudah memiliki fitur itu sepertinya dapat mengganggu pemilihan
orang, secara 10PS gitu nanti kalo lagi ngebut gubrak lagi…hehehe………..
4.Next V-Xion 6-speed
Bro-bro sering kan baca tentang next V-Xion banyak yang
ngarep bahkan nebak motor yang kelihata gambot
ini memiliki transmisi baru 6-speed layaknya Satria F150 atau CBR 150R.
Tapi ane baca dari Otomotifnet ada indikasi dari petinggi Yamaha itu sendiri
bahwa V-Xion bakal tetap 5-speed. Cukup disayangkan badahal sekarang ekspektasi
masyarakan terhadap motor 150cc kan
sudah naik tidak bisa hanya mengandalkan fitur injeksi. Tapi ya namanya
keputusan pabrikan biar masyarakat yang menentukan pilihannya saja, apalagi
motor sport injeksi murah bakal makin diramaikan oleh si Honda trails.
Label:
cbr,
honda,
indonesia,
injection,
jupiter mx,
jupiter Z,
Jupiter Z1,
SOCH,
suzuki,
underboe,
V-Xion,
yamaha,
YZF-R15
Jumat, 03 Agustus 2012
Ninja 250 2013 waktunya pas banget Bro!
Yak motor yang paling tenar di kalangan mesin 1/4 liter ini memang salah satu impian semua orang dari semua golongan coba aja tanya orang pengen punya mtotor apa, pasti jawabannya Ninja atau Satria FU. Ninja memang menjadi penggerak pertama buat mesin 250 cc yang juga membuatnya menjadi 'trade mark' buat motor gede kenceng 250cc. Tapi sadar ato nggak atau cuma saya saja yang menganggap body ninja parallel engine ini sudah mulai membosankan biarpun tergolong atraktif dan everlasting.
Tapi kehadiran CBR 250R memang membuat tampilan Ninja 250 agak terkesan kuno dengan body berlekuk tajamnya yang menurut saya sendiri cukup keren apa lagi panel speedometer digital dan analog yang keren yang menyerang Ninja 250 yang bodynya cukup lama tidak dirombak dan speedometernya yang masih analog yang terkesan ketinggalan jaman dan agak usang. Serangan CBR buakn hanya di segmen penampilan tetapi mesinnya yang sudah injeksi menambah kesan jadul Ninja. Langkah awal geng ijo adalah memfacelift Ninja 150RR yang paling sudah terlihat jadul dan mendapat perlawanan cukup bahaya dari CBR 150 PGM-FI yang juga bercokol di kelas 150 premium. Sekarang tinggal Ninja 250, biarpun masih bisa membendung CBR yang hanya satu silinder dengan spesifikasi dua silindernya tetapi cukup menghawatirkan jika melihat sebuah motor 250 masih menggunakan karburator sementa sudah banyak bebek dan skutik yang sudah injeksi, apa lagi ini adalah kelas 250cc sport dimana ekspektasi orang terhadap teknologi sangat tinggi.
Kwasaki akhirnya menjawab tantangan Honda baru-baru ini dengan meluncurkan Ninja parallel dengan teknologi injeksi menggantikan Ninja karburator. Jika adiknya hanya mengganti baju agar lebih sporty si 1/4 liter merombak total bodynya jadi lebih mirip ZX-10R dibandingkan Ninja parallel yang lama. Mesin baru juga ditanamkan biaurpun basisnya mirip-mirip Ninja 250 yang lama tapi dengan perubahan crankcase baru dan blok silinder casting alumunium, balancer dan juga Piston juga baru dan diaplikasikannya injeksi dengan dua katup pada throttle body-nya. Untuk fitur keselamatan ABS sudah diinstal pada remnya yang membuat pengereman lebih terkontrol. Dengan ini selain karena layanan 3S dan harga CBR250R sudah tidak memiliki kelebihan lagi dibandingkan Ninja 250R, yang juga menjadikan Ninja kembali menjadi motor terkeren dan berteknologi tertinggi bagi sebuah motor yang mungkin dibeli banyak orang di Indonesia.
Tapi yang saya lebih kagum adalah penempatan waktu yang tepat dilakukan oleh geng ijo yang lebih dulu membiarkan CBR PGM-FI meluncur sebelum mereka meluncurkan produk merek yang menjadi favorit orang. Jadi mereka tidak perlu mempromosikan kelebihan sistem injeksi yang sudah dilakukan oleh Honda, apa lagi sekarang rakyat juga makin terdidik dan jadi tidak takut lagi beli motor berteknologi injeksi. Bayangkan jika mereka meluncurkannya sebelum CBR pasti Kawasaki akan kerepotan untuk mengenalkan teknologi injeksi karena kemampuan finansial yang tak sekuat Honda.
Spesifikasi
Tipe mesin : 4 langkah/Tak, Pendingin Air, Dua Buah Sejajar
Isi silinder : 249 cm3
Diameter x Langkah : 62.0 x 41.2 mm
Perbandingan kompresi : 11.3 : 1
Daya maksimum : 23.5 kW (32 PS) / 11.000 rpm
Torsi maksimum : 21.0 Nm {2.1 kgf m} /10.000 rpm
Sistem starter : Electric Starter
Katup Sistem : DOHC, 8 valves
Pengapian : Digital
Sistem bahan bakar : Fuel Injection System ( 28 mm x 2 ) dengan katup Throttle Ganda
Tipe Transmisi : 6-speed, return shift
Tipe rangka: tube diamond, stell
Suspensi depan: 37 mm telescopic fork
Suspensi belakang: Uni-Trak Sistem dengan Model Gas-Shock dan 5-tingkat penyetelan
Ban depan: 110/70-17 M/C (54S)
Ban belakang: 140/70-17 M/C (66S)
Rem depan: tunggal disc berdiameter 290 mm dengan kaliper dual-piston
Rem belakang: tunggal disc berdiameter 220 mm dengan kaliper dual-piston
Panjang x Lebar x Tinggi : 2.010 x 715 x 1.110 mm
Jarak Sumbu Roda : 1.400 mm
Jarak ke Tanah : 785 mm
Kapasitas Bahan Bakar : 17 litres
Berat Maksimum : 172 kg / 174 kg ( ABS model)
.
Tapi kehadiran CBR 250R memang membuat tampilan Ninja 250 agak terkesan kuno dengan body berlekuk tajamnya yang menurut saya sendiri cukup keren apa lagi panel speedometer digital dan analog yang keren yang menyerang Ninja 250 yang bodynya cukup lama tidak dirombak dan speedometernya yang masih analog yang terkesan ketinggalan jaman dan agak usang. Serangan CBR buakn hanya di segmen penampilan tetapi mesinnya yang sudah injeksi menambah kesan jadul Ninja. Langkah awal geng ijo adalah memfacelift Ninja 150RR yang paling sudah terlihat jadul dan mendapat perlawanan cukup bahaya dari CBR 150 PGM-FI yang juga bercokol di kelas 150 premium. Sekarang tinggal Ninja 250, biarpun masih bisa membendung CBR yang hanya satu silinder dengan spesifikasi dua silindernya tetapi cukup menghawatirkan jika melihat sebuah motor 250 masih menggunakan karburator sementa sudah banyak bebek dan skutik yang sudah injeksi, apa lagi ini adalah kelas 250cc sport dimana ekspektasi orang terhadap teknologi sangat tinggi.
Kwasaki akhirnya menjawab tantangan Honda baru-baru ini dengan meluncurkan Ninja parallel dengan teknologi injeksi menggantikan Ninja karburator. Jika adiknya hanya mengganti baju agar lebih sporty si 1/4 liter merombak total bodynya jadi lebih mirip ZX-10R dibandingkan Ninja parallel yang lama. Mesin baru juga ditanamkan biaurpun basisnya mirip-mirip Ninja 250 yang lama tapi dengan perubahan crankcase baru dan blok silinder casting alumunium, balancer dan juga Piston juga baru dan diaplikasikannya injeksi dengan dua katup pada throttle body-nya. Untuk fitur keselamatan ABS sudah diinstal pada remnya yang membuat pengereman lebih terkontrol. Dengan ini selain karena layanan 3S dan harga CBR250R sudah tidak memiliki kelebihan lagi dibandingkan Ninja 250R, yang juga menjadikan Ninja kembali menjadi motor terkeren dan berteknologi tertinggi bagi sebuah motor yang mungkin dibeli banyak orang di Indonesia.
Tapi yang saya lebih kagum adalah penempatan waktu yang tepat dilakukan oleh geng ijo yang lebih dulu membiarkan CBR PGM-FI meluncur sebelum mereka meluncurkan produk merek yang menjadi favorit orang. Jadi mereka tidak perlu mempromosikan kelebihan sistem injeksi yang sudah dilakukan oleh Honda, apa lagi sekarang rakyat juga makin terdidik dan jadi tidak takut lagi beli motor berteknologi injeksi. Bayangkan jika mereka meluncurkannya sebelum CBR pasti Kawasaki akan kerepotan untuk mengenalkan teknologi injeksi karena kemampuan finansial yang tak sekuat Honda.
Spesifikasi
Tipe mesin : 4 langkah/Tak, Pendingin Air, Dua Buah Sejajar
Isi silinder : 249 cm3
Diameter x Langkah : 62.0 x 41.2 mm
Perbandingan kompresi : 11.3 : 1
Daya maksimum : 23.5 kW (32 PS) / 11.000 rpm
Torsi maksimum : 21.0 Nm {2.1 kgf m} /10.000 rpm
Sistem starter : Electric Starter
Katup Sistem : DOHC, 8 valves
Pengapian : Digital
Sistem bahan bakar : Fuel Injection System ( 28 mm x 2 ) dengan katup Throttle Ganda
Tipe Transmisi : 6-speed, return shift
Tipe rangka: tube diamond, stell
Suspensi depan: 37 mm telescopic fork
Suspensi belakang: Uni-Trak Sistem dengan Model Gas-Shock dan 5-tingkat penyetelan
Ban depan: 110/70-17 M/C (54S)
Ban belakang: 140/70-17 M/C (66S)
Rem depan: tunggal disc berdiameter 290 mm dengan kaliper dual-piston
Rem belakang: tunggal disc berdiameter 220 mm dengan kaliper dual-piston
Panjang x Lebar x Tinggi : 2.010 x 715 x 1.110 mm
Jarak Sumbu Roda : 1.400 mm
Jarak ke Tanah : 785 mm
Kapasitas Bahan Bakar : 17 litres
Berat Maksimum : 172 kg / 174 kg ( ABS model)
.
Langganan:
Postingan (Atom)






