Tampilkan postingan dengan label smash. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label smash. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Oktober 2012

Shogun 110/Smash 110 Modif Dikit Lari Gan

Semua orang pasti suka jika tunggangannya bisa melaju kencang, beberapa memiliki ekspektasi yang sangat tinggi beberapa sangat rendah bahkan tidak suka kecepatan. 80% temen ane suka kecepatan dan gak bakal ketakutan,teriak-teriak ato nabok ane jika ane bawa naik motor ngebut. Nah ane puya seorang teman yang suka kecepatan namun tidak punya banyak uang jadilah Shogun 110 bro ane yang satu ini jadi korban modifikasi mesin. Hasilnya parah gan untuk trek 800 meter motor ini bisa lari kayak setan gan ane gak boong nih bahkan motor sekelas Satria F 150 dan Jupiter MX 135 bisa dikalahkan, top speed sih gak tau pastinya tapi waktu itu ane minjem MX temen ane yang lain speedometernya masih idup dan standar pas dites Jupiter MX udah gak nambah kecepatan dia masih enak bisa berakselerasi dengan cepat. Hebatnya Shogun ini belum dibore up, tapi memang untuk trek pendek agak mengecewakan 201 meter lawan Supra X 125 aja kalah.

Rahasianya sih gak banyak, tapi Shogun 110 atau Smash sendiri memang sepertinya didesighn untuk trek panjang. Gak percaya? Nih buktinya bore Shogun 110 53,5mm dan strokenya 48,8 alias overbore yang bagus untuk trek panjang. Bandingannya? coba kita bandingkan dengan Force 1 yang borenya 52mm, Jupiter Z burung hantu 51mm, Shogun 125, 53,5mm, Jupiter MX 54mm bahkan Supra X 125 hanya 52mm. Mungkin Smash adalah motor 110 dengan bore terbesar, nah masalah dari Smash adalah stroke yang pendek menciptakan torsi rendah dan limiter CDI yang teralu cepat yang membuat karakter overbore seperti terbatasi. Sebenernya sih ini racikan buat Shogun 110 tapi karena mesin yang 90% sama bisa diaplikasikan ke Smash 110

Nah langsung aja deh kita bahas korekannya!

1.CDI
Buat anda pengguna Shogun 110  CDI unlimiter analog sudah cukup untuk memberikan napas super panjang dengan bore 53,5mm. Tapi buat anda yang mendambakan kecepatan dari Smash CDI sudah jadi kewajiban untuk diubah, karena limiternya yang teralu cepat dan bahkan katanya masalah ini turun ke Titan, CDI aftermarket yang cangih,presisi dan menggunakan teknologi terbaru bisa dipilih atau bisa pakai punya Shogun 110 yang terkenal awet. CDI sendiri bertugas untuk menentukan pengapian atau membatasi RPM jadi dia seperti sebuah 'otak' CDI yang canggih biasanya bisa di atur kurva pengapiannya dan pembatasan RPMnya. Seperti manusia seorang yang kuat tidak akan mengeluarkan kekuatannya jika otaknya tidak memerintahkannya, nah hal ini juga erlaku pada motor, motor yang dapat menggali RPM tinggi jika dibatasi CDInya bakal membuatnya tidak akan menambah RPM jika sudah mencapai limiter.

2.Karburator
Karburator adalah penyuplai bensin dari sebuah mesin piston,walaupun sekarang sudah mulai tergantikan sistem injeksi, karburator masih ramai digunakan. Logikanya karburator yang lebih besar dapat memberikan suplai bahan bakar dan udara lebih banyak dibandingkan yang lebih kecil.Ini juga membuat RPM dan power bertambah karena udara dan bensin yang sangat banyak dibutuhkan ketika motor berada di atas 10000 RPM. Nah atas dasar inilah temen ane mengaplikasikan karburator RX-King yang sampai 26mm, karburator ini tergolong cukup murah dan besar, tapi tidak boleh sembarangan harus diseting ulang kalau tidak AFR nya bisa kacau. AFR sendiri diatur 14,7:1 yang merupakan perbandingan paling sempurna, lebih kering dibandingkan motor standar rata-rata yang hanya 14.0:1.

3.Kenalpot
Kenalpot freeflow memang memberikan efek dongkrakan tenaga yang cukup banyak, bisa sampai 1,5 HP dan juga pada torsi. menurut om motorplus sih kenalpot dengan leher yang pendek bakal memberikan tenaga di putaran ata yang baik, sementara yang lehernya pendek bakal memberikan torsi dan tenaga yang menggumpal di putaran bawah. Nah pas ane wawancarain dia sih gak tau soal fakta ini tapi pas ane lihat, wah ternyata dia memilih kenalpot berleher pendek. Wah pas banget dong untuk melibas trek 800 yang membutuhkan putaran atas yang baik!
4.Klep dan Noken As
Noken as adalah pengatur masuk dan keluarnya bahan bakar dan sisa pembuangan, sehingga cukup berperan besar dalam mendongkrak tenaga, untuk pemilihan noken as dia tidak tahu sih durasi noken asnya tapi pake yang aftermarket dan abang bengkelnya sih bagus. Sementara klepnya pilih klep gajah milik Sonic untuk membantu derasnya kucuran bensih dari karburator RX-King.

5.Saringan Angin dan Gear ratio
guna dari sebuah gir, selain buat tawuran adalah untuk menyambungkan rantai untuk menggerakan motor. Dia lagi-lagi lupa berapa rasio girnya tapi yang pasti pakai yang berat. Yang satu lagi adalah modifikasi paling murah meriah dan berbahaya yaitu melepas saringan angin biar udara yang masuk makin plong! memang bahaya sih tapi yang namanya gila kecepatan dan cuma dibake buat iseng-iseng dikomplek ya boleh lah!

Sebenarnya masih banyak yang bisa dilakukan terhadap kelinci percobaan kita ini, tetapi berhubung terbentur biaya ya belum dilakukan. Ada beberapa langkah yang dekat ini bakal dilakukan seperti bore up dengan seher Thunder dan pemasangan kopling manual. Sebenarnya bore up cukup sulit dilakukan terhadap Shogun dan Smash karena pen 14 yang jarang digunakan, papas piston juga bisa dilakukan tetapi tidak dilaksanakan karena bisa memaksa dia untuk membeli Pertamax dan juga ancaman overheat!



Si-Kebo yang kenceng banget!

Kamis, 30 Agustus 2012

Perbedaan performa 2-tak dan 4-tak makin kecil

Yak bung ane emang hobi iseng-iseng nge search tentang motor, terus tiba-tiba ada ide untuk nge search 'Jupiter Z Indoprix' karena penasara gimana sih taji motor kesukaan ane di kejuaraan yang katanya paling kompetitf se Asia, gimana enggak yang level internasional aja belom boleh eh di Indoprix udah boleh pake kenalpot titanium. terus tiba tiba ada artikel menarik tentang Indoprix. Di situ dituliskan bahwa memang motor-motor di Indoprix makin menggila, yang menarik adalah rekor Rapid Topan di Sentul. Yaup rekor Rapid Topan dengan Jupiter Z bore up 125cc (1 menit 53 detik) hampir mengalahkan rekor waktu di Sentul dari kelas 2-tak 115cc yang dicatatkan oleh kakaknya sendiri Rapid Poppy (1 menit 51 detik), padahal Rapid Poppy menggunakan sebuah Cagiva Stella 115R yang diproduksi di Thailand merek Italia dan bermesin tegak.
Yup Jadi kesimpulannya motor 4-tak sudah bisa menyaingi motor-motor 2-tak biarpun memiliki beda 15cc tetapi tetap saja sebuah lonjakan yang besar. biasanya untuk menyaingi motor 2 langkar motor 4 langkah harus memiliki perbedaan besar seperti di Moto GP awal abad 21 agar tetap kompetitif motor 4 langkah diberi hak untuk memiliki kubikasi lebih besar sampai 400cc.
Secara performa memang mesin 2 langkah seharusnya lebih baik namun lebih boros. Dikarenakan oleh siklusnya mesin 2-tak hanya memerlukan 2 langkah untuk sekali pengapian. Berbeda dengan mesin 4-tak dimana olinya terpisah dan memiliki 4 langkah yaitu intake,kompresi,daya, dan pembuangan. Sedangkan 2-tak hanya memerlukan dua langkah karena intake dan pembuangan di saat yang bersamaan. Jadi pembakaran dari mesin 2 langkah di RPM yang sama kemungkinan besar 2 kali lebih sering melakukan pengapian dan intake yang membuatnya lebih boros bbm, tapi seringnya pembakaranjuga menghasilkan torsi yang sangat besar dengan stroke yang pendek. Kalau kita perhatikan biasanya motor 2 langkah menggunakan mesin over bore atau square engine contoh F1ZR bore x stroke: 52 x 52 atau  Ninja 150 Diameter x Langkah : 59.0 x 54,4 mm. Kalau motor 4 langkah strokenya pendek malah susah akselerasi palingan kalo mau kompresinya ditinggiin kalo nggak nasibnya kaya CS1 0-60 km/jam perlu 5,59 detik, padahal Supra X 125 PGM-FI yang mesinnya horizontal cuma 5,52 detik.
Tapi masalahnya adalah kalau saya rasa 2-tak sudah sulit untuk bisa dijadikan barang dagangan karena isu global warming yang membuat standar emisi euro 3, jangankan 2-tak kalo udah euro 3 motor 4 tak karburator aja susah banget mau lolos. Belom lagi karena doyannya dua tak terhadap bensin biarpun gak separah matic karburator.  Tapi menurut ane juga ya, 2 tak tuh karena saking simplenya Ninja 150 yang sekarang tuh udah mentok teknologinya, kalo 4 tak kan bisa di kasih injeksi dan kalo dioprek bisa diatur klepnya, kalo 2-tak gak bisa di kasih injeksi dan kalo buat balap boro-boro pengaturan klep buat nyari torsi ato tenaga klep aja gak punya.
Yang paling ane sorot sih ente2 pada sadar gak sih kalo motor 4 tak sekarang performanya udah bisa nyaingin gak percaya nih dah ane beberin satu satu:

Jupiter Z1:                                                VS                F1ZR
 tenaga maximal :10,6PS   @ 7750 RPM              Power Maksimal : 10,7ps@7500rpm

 torsi maximal:1,01 kgf.m  @ 6500 RPM              Torsi Maksimal : 1,10 KGF.M@6500 rpm

Nah abis liat itu baru dah ane nyadar ternyata Jupiter Z1 itu tenaganya lebih mirip kaya F1ZR dibandingin Jupiter Z, ya bedanya cuma tipis dan F1ZR punya mekanisme 'kopling banci'.






2. Satria F150:Tenaga maksimum:16PS        vs     Satria R120:tenaga maksimum:13,5PS
                       Torsi maksimum:1,27kgm.f                               torsi maksimum:1,50 kgmf


Satria F150 dengan mesin DOCHnya memang unggul di tenaga mungkin juga karena cc nya yang jauh lebih besar namun kalah seperti umumnya motor over bore pasti akan kalah di torsi apa lagi dibandingkan dengan motor 2 langkah.
Yak memang perlu kelebihan setidaknya 25-40 cc bagi sebuah motor 4 tak untuk menyaingi torsi maupun tenaga motor 2 tak. Nah salah satu alasan saya suka Jupiter Z1 adalah karena performanya yang diatas rata-rata bebek 110 4 tak bahkan bisa sebanding dengan F1ZR. Tapi mungkin dalam 5 atau 10 takun kedepa manusia akan bisa membuat motor 4-tak dengan tenaga dan torsi sebesar 2-tak, lagi pula masih banyak yang bisa dieksplorasi dari jenis mesin 4 langkah.





SO JANGAN SEDIH DITINGGAL JAMAN 2-TAK KENCANG SEKARANG JAMANNYA 4 TAK KENCANG!


Selasa, 17 Juli 2012

Motor-Motor dengan isu downgrade

yak pernah denger kan istilah downgrade atau penurunan kualitas dari suatu produk, downgrade juga sering terjadi di pabrikan motor. Ada yang berakibat fatal ada juga yang tidak berpengaruh terhadap penjualan motor tersebut dan image sebuah pabrikan. Bahkan ada yang karena sebuah produk downgrade penjualannya turun drastis.

1.Suzuki Smash
Yak bung banyak yang bilang ini adalah kesalahan terbesar Suzuki yang paling fatal dan efeknya sampe sekarang.Kesalahan pertama adalah membunuh Shogun 110 yang sedang di masa kejayaannya akibat teralu nafsu mengejar Honda, Shogun 125 pun diluncurkan dan Kehebatan mesin 110 tersebut di masukan ke Suzuki Smash. Tapi akibat serbuan mocin Suzuki merancang Smash agar bisa lebih murah sehingga body dan bahn-bahanya pun tak sebagus Shogun CDI unlimiter pun digantikan oleh CDI limiter yang menurut saya limiternya teralu cepat sehingga performanya tidak seenak Shogun 110. Jadilah sebuah Smash kerupuk yang baru bentar bodynya udah pada rusak, apa lagi tak lama setelah itu Yamaha bikin Vega R yang basis mesinnya mirip Jupiter Z yang makin nabok Suzuki. Reaksi Suzuki pin telat buat ngefacelift Smash baru tahun 2006 namun image downgrade tetap melekat, akhirnya Titan pun meluncur dengan amunisi serba baru namun sangat telat image Suzuki keburu rusak dan penjualannya tersusul Yamaha dan kayaknya susah buat dikejar.
Shogun 110




        Smash 110











2.Yamaha Vega ZR











Yak bung ini ane sih juga rada taku nulisnya takut banyak yang marah soale pas ane cari soal ini di wordpress ato blog gak ada yang nulis bahwa nih motor downgrade. tapi menurut ane dari Vega R ke Vega ZR ada penurunana kualitas yang cukup bisa dilihat, terutama di sektor mesin yak penurunan power cukup jelas terjadi dari dua itik tersebut jika Vega R bisa menyemburkan 9,3 ps Vega ZR cuma bisa 8,16ps torsinya juga berkurang jika Vega R sampai 0,92 kgf.m / 5000 rpm Vega ZR hanya mampu menghasilkan 0,86 kgf.m / 4000 rpm bahkan tarikannya pun cukup berbeda dan Vega R juga masih lebih unggul. Panel speedometer Vega ZR juga terkesan murahan dibandingkan Vega R, namun untungnya body yang lebih sporty dan konsumsi mesin overstroke yang lebih hemat menyelamatkan Vega ZR. Kalo menurut ane sih nih motor sebenernya sama kaya NJZ yang merupakan kelinci percobaan Yamaha buat bore X stroke yang baru makanya masih belum teralu sempurna racikannya pas udah disempurnain baru keluar kehebatannya ya di JZ1 itu loh yang ternyata hebat banget. Balik ke Vega bukti superioritas mesin Vega R dapat kita lihat di road race dimana mesin Jupi burung hantu lebih di gemari oleh pembalap dibandingkan NJZ dan harga jual Vega R seken mendekati Vega ZR yang lebih muda. Tapi untungnya Yamaha cepet-cepet keluarin Jupiter Z1 ngegantiin NJZ sebelum telat.

3.Vario 125

 Yak produk anyar Honda ini jika kita lihat memang spesifikasi dan teknologinya palig tokcer mantep paling tinggi, coba aja bayangin ESP,PGM-FI dan masih banyak lagi dah. Tapi ternyata banyak tuh keluhan yang menerpa Vario yang satu ini seperti akselerasi yang lambat mungkin karena CDI atau memang pengapiannya tidak disetel untuk kencang agar menjaga konsumsi bbmnya. Sementara ada dua masalah yang mungkin timbul akibat kompresinya yang tinggi ampe 11:1 makanya bikin keluhan seperti overheating kemungkinan karena radiator yang kurang memadai dan kompresi yang tingi. Keluhan yang terakhir adalah bunyi ngorok mungkin karena penggunaan bensin beroktan rendah (premium). Nah ane bilang kok jadi jelek banget ya kalo dibandingin Vario 110.















 tapi kalo modelnya ya cantikan yang Vario 125 heheheheheheheh.












Yak demikian dari saya kalo gak suka moggo komen jangan ngamuk!
Semoga membantu!